AromaRPM – Hallo lur… 3 hari terahkir ini dunia otomotif sempat heboh oleh miss yang di lakukan AHM selaku ATPM terbesar di indonesia perihal pemasangan knalpot ber emblem Akrapovic yang sempat di konfirmasi palsu oleh Sphinx MotorSport  selaku distributor resmi Akrapovic di Indonesia.

Perlu di ketahui, kejadian tersebut terjadi saat launching PCX 150 beberapa waktu lalu. Dan unit PCX modifikasi tersebut kemungkinan di buat oleh bengkel modifikasi yang di pilih oleh AHM.

Klarifikasi pun sudah di lakukan oleh Bos AHM melalui Agustinus Indraputra, General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM.

“Terima kasih untuk informasi yang disampaikan. Dalam modifikasi All New Honda PCX 150, semua part kami asli, termasuk knalpot Yoshimura. Sayangnya dalam pengerjaannya, terjadi kesalahan pemasangan emblem. Tim teknis kami memasang emblem Akrapovic yang seharusnya tidak dipasang. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, terutama untuk Sphinx Motorsport sebagai distributor resmi Akrapovic”.

Namun dari klarifikasi di atas, menurut kaca mata saya sendiri sebagai orang awam di dunia otomotif, bukan menyelesaikan masalah namun memicu masalah baru, peratama, klarifikasi tersebut menyenggol brand lain, Yoshimura. Hal terburuk terjadi jika Yoshimura pun ikut mengatakan “Knalpot Yoshimura tsb palsu”. Pastinya masalah akan menjadi panjang dan berbuntut pada Brand Honda sendiri. Kedua, klarifikasi nya kurang “nendang”, akan lebih baik AHM cukup bilang “maaf, ada miss dalam modifikasi motor tersebut. Untuk itu kami akan komunikasi langsung kepada pihak terkait baik team modifikator dan yang lain. Dan kepada Sphinx Motorsport selaku Distributor resmi akrapovic kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini.”

Dalam hal modifikasi yang tujuan nya untuk di display di acara se Resmi dan se Besar ini memang harus nya tidak ada miss sekecil apapun, karena nama brand dan produk menjadi taruhannya. Penggunaan part-part asli dan ternama menjadi nilai lebih untuk motor (yang di luncurkan) dan ATPM. Kerja sama pun akan terjalin semakin erat antar kedua pihak baik ATPM dan Produsen/Distributor part dalam modifikasi ke depannya.

Belajar dari cara BMW Motorad yang pernah membuat event serupa untuk di display di Kustomfest Jogja, dimana ada kontrak antara ATPM, Modifikator dan Pemilik Motor dalam penggunaan dana, part, waktu dan motor nya.

image from http://www.motorexpertz.com

Seperti foto di atas, setau saya motor tersebut milik Bro Alit Susanto seorang Vloger otomotif dan di buat oleh Katros yang di pimpin bro Atenx. Dimana ada perjanjian khusus antara 3 pihak tersebut (mengutip dari vlog bro alit), untuk isi nya silahkan langsung kroscek di Vlog Bro Alit Susanto.

Last, dari kejadian di atas semoga menjadi pembelajaran bersama tidak hanya ATPM, blogger pun bisa bahwa pencatutan nama/merk tertentu ada konsekuensinya. Dan saya rasa kejadian ini tidak akan terlalu berpengaruh pada Penjualan Produk AHM…

Sekian…