AromaRPM – Masih seputar tugas saya beberapa waktu yang lalu di Maumere Nusa Tenggara Timur. Kali akan sedikit berbagi pengalaman tentang sensasi pertama kali saya menaiki pesawat perintis jenis ATR-75 500. Yang mana dalam benak saya sejak dari rumah sudah mewanti-wanti teman saya untuk tidak naik pesawat jenis ini(ATR) karena apa?? Pasti di dalamnya gerah banget, bagaimana tidaakk…. kipas nya di luar luurr… Jangan anggap serius luur.. bukan karena itu tapi agak takut saja naik itu pesawat, kecil, masih menggunakan mesin berpropeller pasti tidak nyaman untuk penerbangan.

IMG_20170505_170200
ATR 75-500 Wings Air

Namun nasib berkata lain, sejak landing pertama di maumere terlihat hanya pesawat-pesawat kecil yang mendarat, tidak lain adalah karena memang landasan pacu di Bandara Frans Seda pendek, tidak cukup untuk menampung pesawat semisal Boeing 737 (menurut perkiraan saya). Alhasil mau tidak mau seluruh penerbangan menggunakan dilakukan menggunakan pesawat Turboprop semua, kecuali NAM Air yang menggunakan pesawat Boeing 737-500 yang mempunyai chasiss pendek namun bermesin Turbofan. Yaaa…. Kami Suka Turrboo…. (ehh.. pinjam om Mobi). Ingin tahu perbandingan kecepatanya pada penerbangan pesawat komersil??? Ketika ATR Garuda Indonesia berangkat dari Bali menuju Maumere 20 Menit sebelum saya berangkat(Naik NAM Air  Boeing 737-500) namun ketika saya sampai di Maumere, selang 30 Menit pesawat Garuda tadi baru sampai disana, selisihnya sekitar 50 menit.

IMG_20170505_172735
Di bawah sayap…

IMG-20170719-WA0015Memang bermesin kecil dan jauh kalah cepat di banding pesawat bermesin Turbofan, namun jika di bandingkan dengan pesawat besar, pesawat ATR lebih nyaman, benar lebih Nyaman dengan mesin ATR. 180 derajat dari perkiraan saya yang mengira akan banyak turbulensi nya, pasti ini lah pasti itu lah, kena angin goyang lah…. semuaaa negatif… tapi begitu naik dan terbang memang pesawat ini lebih pelan tapi jauh lebih nyaman, hampir tidak ada goncangan (jika cuaca sama-sama cerah). Hal itu terjadi kemungkinan karena, pesawat jenis ATR memang tidak terbang terlalu tinggi, saat dari Maumere – Kupang ketinggian jelajah cuma 15.000 kaki saja, berbeda dengan pesawat besar seperti Rute Solo – Jakarta yang sampai 30.000 kaki. Di ketinggian 15 rb kaki memang masih udara padat, mungkin itulah yang membuat pesawat jenis ini sangat nyaman.

Oke luur… review di atas saat kondisi cuaca snagat cerah, mungkin berbeda jika cuaca sedang badai seperti yang dialami oleh seorang teman saya kang Heri pemilik setia1heri.com. Beliau pernah menulis tentang penerbangan beliau dari Jogja – SBY/Malang dalam cuaca buruk, sempat membuat bulu kuduk saya meriding sebenarnya, hal itu juga yang sempat membuat saya agak takut naik pesawat ATR, yang namanya badai semua pesawat pasti akan terkena imbas baik kecil atau besar efeknya, namun semua itu kita kembalikan kepada Tuhan (Alloh SWT) semoga selalu memberi keselamatan di dalam setiap perjalanan kita. Last… ATR 72-500 lebih nyamaan dikala cerah…