AromaRPM – Selamat gini hari luuurrrr… kembali blog yang terbengkalai tak terurus ini ingin sedikit bertanya pada master-master blogger dan suhu yang sering mengikuti sesi test ride. Ok luurr… seperti biasa kemaren tgl 2 seperti biasa dulur-dulur Jatengmotoblog dapat titah langsung dari kanjeng SUSUnan Eko Prant aka pak ketu JMB. Untuk sekedar mengikuti sesi test ride All New CBR 150 Fi,, ehh bener g nama motornya itu?? maklum banyak sudah varian CBR 150 sampai lupa unit yang mana ditambah semua paka kata “All New”.

Nyobain aja…

Ket*

Pertama : Artikel kali ini sebenarnya bukan review dari produk tersebut.

Kedua : Artikel ini adalah pertanyaan dari diri saya sendiri dengan sadar dan tidak ada unsur paksaan karena saya lebih senang kalo suka sama suka…

Ketiga : Jangan dianggap serius kalaupun ada reviewnya itu hanya kekhilafan semata… *yang ngajari khilaf jelas siapa ketuanya…

Start lap 1

Jadi gini lur, dalam sesi testride kemaren saya mengalami sedikit kejadian yang mungkin sudah dulur-dulur semua pernah merasakan saat testride. Dimana saat saya melakukan testride dengan pertama jalan normal pengenalan mesin dan batas RPM. Memang saya akui begitu jalan pertama saya pakai buat wheelie dan memasuki putaran ke dua juga saya pakai wheelie juga. Putar gas sampai limit RPM dan Hard brake setiap akan memasuki tikungan. Memasuki putaran ketiga saya sempat di cegah oleh panitia supaya tidak mengulangi hal serupa dan mengingatkan motor tersebut adalah unit testride. “Lha tidak salah?? bukannya unit testride memang sudah dipersiapkan dengan segala resiko yang ada? Merk yang lain aja fine-fine saja” jawab spontan saya. Naahhh terkait inilah pertanyaan yang saya ingin ajukan.

Apakah memang unit yang di pakai untuk test ride memang hanya boleh di pakai untuk sekedar jalan aluss, santai dan tidak boleh di pakai untuk biyayakan???

Bukan berniat membandingkan dimana pada testride sebelumnya dimana mencoba unit yang lain berbagai merk saya rasa mereka melihat cara berkendara saya tampak fine-fine saja dan tampak antusias dengan pertanyaan “bagaimana menurut anda “kekuatan” motor ini dalam menuruti cara berkendara anda??”.

Begitulah luurr…. mungkin dari dulur-dulur semua ada yang pernah mengalami hal serupa. Monggo di share dan tolong jawab pertanyaan saya, karena memang saya belum tau tentang aturan yang berlaku pada sesi test ride. Karena memang tidak di sodori surat pernyataan sebelum sesi test ride.

Saalaaammm….