AromaRPM – Agustus, 1998. beberapa bulan setelah reformasi. Bertepatan dengan kelahiran adik saya. Bermula dari saya dan keluarga menunggu ibuk yang sedang proses bersalin di rumah sakit Boyolali. Kebetulan atau tidak ternyata adik saya lahir di hari Jumat dan pasaran Kliwon. Namun sejak Rabu sore siang ibuk saya sudah menginap di RS.

Pada hari rabu sore sampai kamis malam adik saya tidak kunjung lahir. Pada malam jumat itu lah kami sekeluarga menunggu sampai tengah malam. Dan akhirnya ayah saya pun memutuskan untuk mengatar pulang saya dan kakak saya pulang karena esok paginya harus berangkat sekolah. Kami berdua pun di antar dengan vespa legendaris milik ayah kami.

Jembatan Daerah kalicebong Boyolali

Sebenarnya ada jalur yang lain namun harus memutar berkilo-kilo jauhnya. Malam yang makin larut kaki pun berjalan santai sekirar 40 km/jam. Mulai dari menyusuri jalan lingkar utara boyolali yg sepi dan sering terjadi kecelakaan. Perlahan demi perlahan menuruni jalan yang memang kala itu juga rusak namun tak separah sekarang.

Sampailah pada jalan masuk desa kalicebong, sebelum masuk desa harus melewati jembatan seperti di atas. Dari jauh tak tampak ada keanehan hingga beberapa meter sebelum jembatan… Mak prinding… Semerbak bau harum yang sangat pekat. Mungkin ayah saya sudah menyadari namun saya dan kakak belum tau dengan hal-hal seperti itu. Semakin mendekat dan terus mendekat… Saya pun melihat sesosok perempuan canttiikkkk.. Sangat cantik sekali.. Berbaju putih dengan rambut terurai… Sedang duduk di tembok jembatan sebelah kanan. Seketika saya hanya melihat dan memperhatikan saja. Saya pun bertanya pada ayah saya… “pak, kok ada mbak mbak duduk disitu?” seketika itu ayah saya mengusap wajah saya dan memalingkan wajah saya supaya tidak melihat.
Sangking penasaran saya masih mengintip kebelakang namun jarak yang sudah agak jauh membuat pandangan saya pun mesti disudahi. Sampai dirumah tidak ada perbincangan

rentang hal itu. Namun mungkin ada perbincangan antara ayah ibu dan kakak saya tentang hal itu. Beberapa hari kemudian baru ditanya tentang hal itu dan saya pun menjawab dengan polos cuma melihat mbak-mbak di jembatan itu. Selang beberapa tahun setelah kejadian itu barulah keluarga menceritakan hal itu. Bahwa saya pernah melihat peri di jembatan itu…