AromaRPM – Malam mas dan mbak… Kali ini saya akan mencoba sedikit sharing tentang kejadian sore ini. Memboncengkan anak (pokok bahasan : balita) dengan sepeda motor memang sudah menjadi hal yang tidak tabu bahkan menjadi hal biasa di masyarakat namun hal itu jauh dan jauh lebih baik daripada membiarkan anak mengendarai sepeda motor sendiri. Namun memboncengkan anak juga hal perlu diperhatikan tidak asal bisa keangkut beres.

Picture Nyomot Detik

Saat ini memang membonceng anak di depan dirasa lebih aman jika dibanding dibelakang. Namun sejatinya keduanya sama-sama berbahaya. Namun jika kita melihat di masyarakat sendiri hal tersebut bisa dibilang terpaksa dilakukan, mengingat belum adanya transportasi masal yang tergolong nyaman dan praktis. Okelah, jika memang hal itu (membonceng anak) terpaksa dilakukan, sebisa mungkin tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kenyamanan anda dan anak anda. Solusinya, sudah marak pemakaian kursi dan sabuk bonceng yang beredar di situs jual beli. Namun pemakaiannya jika tidak anda perhatikan dengan seksama akan menjadi hal yang percuma. Sedikit Tips dari saya jika anda akan mengaplikasikan kursi bonceng atau sabuk keselamatan.

  1. Jika anda membeli kursi bonceng pilihlah yang sudah include dengan sabuknya. Namun jika tidak ada modifikasi agar bisa di pasang sabuk keselamatan.
  2. Jika anda memakai sabuk keselamatan baik yang terhubung dengan badan anda atau terhubung dengan kursi bonceng, atur kembali kekencangan sabuknya jangan terlalu longgar dan kencang. Sebisa mungkin anak tidak akan tergoncang saat anda mengerem mendadak.
  3. Pakaikan piranti keselamatan baik, dari kepala hinggga pemakaian sepatu. Kacamata juga sangat perlu untuk menutupi mata dari angin, debu dan berbagai benda asing.

Mungkin artikel ini dirasa tidak penting, monggo silahkan menyikapi. Namun bagi saya jika itu menyangkut keselamatan anak adalah hal yang patut diutamakan. Seperti kejadian sore tadi, ibu-ibu 30 an tahun mengendarai motor matic dan memboncengkan anaknya umur 4 tahunan berdiri di depan, namun sayang si ibu harus menekan rem sedalam-dalamnya untuk menghindari kontak dengan kendaraan di depan yang juga menginjak rem mendadak. Namun yang sangat disayangkan lagi ternyata kepala anak tersebut lurus dan sama tinggi dengan dashboard motor. Alhasil muka sang anak menghatam dashboard pun tidak terhindarkan. Saya lihat dari samping seperti area mulut atau hidung mengeluarkan darah. Seketika sang ibu menepi dan melihat keadaan sang anak. Seketika itu juga saya teringat anak saya dan menjadi pelajaran bagi saya untuk lebih bijak dalam transportasi yang nyaman dan aman untuk anak.

Semoga berguna… Salaam….

Artikel terkait LAGI : Anak di bawah umur terlibat KECELAKAAN