AromaRPM- Sebelum acara Kopdar Perdana Jatengmotoblog yang di adakan kemarin tgl 17 Agustus di Dieng, saya sudah jauh hari mempersiapkan kendaraan saya supaya saat di pakai melibas tanjakan-tanjakan Dieng tetap prima. Selain servis ringan, pengecekan area kaki-kaki dan pemilihan oli  juga sangat vital sebelum melakukan perjalanan yang menguras torsi.

Ok.. mas bro.. kali ini yang mau saya ulas adalah persiapan dan perjalanan ke Dieng kemaren menggunakan New MX 2011 saya, bukan tentang Kopdarnya. Setelah saya mempersiapkan kendaraan saya dengan servise ringan, cek ulang semua fungsi-fungsinya dan mengganti oli dengan oli Repsol 4T Moto Rider. Sebenarnya masih ingin menggunakan Enduro 4T Racing karena sudah terlanjur klop dengan putaran MX saya. Namun apa daya saat itu di Toko langganan saya baru kosong dan sempat nyari di beberapa toko juga kosong. Opsi ke dua Castrol Power 1 Racing malah belum ada di sini.. Terpaksa menggunakan Repsol meskipun dalam hati saya kurang yakin..

Repsol 4T Moto Rider

Repsol 4T Moto Rider 15W40. Sukses saya tuang ke dalam crankcase. Namun begitu saya coba, mesin sedikit berat saat akselerasi tapi suara lebih lembut dari biasanya saat memakai Enduro Racing. Beberapa kali saya ajak pemanasan dengan menempuh jarak Boyolali-Solo dan mutar kampung beberapa kali supaya mesin benar-benar beradaptasi dengan oli baru, namun sepertinya memang Repsol tidak cocok dengan MX saya. Aselerasi tetap berat dan susah berteriak di RPM tinggi. Mulai ragu untuk bertahan hingga kopdar Jatengmotoblog. Sudahlah saya pikir nanti kalo troble di jalan tinggal beli oli dan ganti saja.

Tgl 17 Agustus pukul 05.30 Perjalanan panjang dengan kondisi motor kurang prima saya tempuh. Akselerasi berat dan tenaga tidak keluar 100%, 10 Km pertama okelah… berat-berat sedikit tidak masalah, bisa saya atasi dengan menarik trothle lebih buas dari biasanya. 40 – 50 km yang sangat berarti bagi saya dimana boyolali-secang BBM full tank Ludes tak bersisa. Di saat yang lain sedang asyik istirahat dan ngobrol sana-sini saya harus antri mengisi BBM. Sempat berfikir untuk segera mengganti oli, tapi begitu mesin dingin seperti lebih baik.

Isi bbm di secang

Barulah ketika sampai di Temanggung dan mulai menanjak ke arah Wonosobo dan Dieng Mesin benar-benar bekerja extra di bantu suhu yang dingin mesin sedikit lebih baik meskipun campuran BBM sedikit kacau karena kondisi lembab. Wonosobo ke atas lagi, sepertinya Oli Repsol sudah mulai menurun kwalitasnya Shift Gear susah dan tenaga tidak kunjung keluar. Membuat saya harus susah payah mengimbangi laju rekan-rekan yang lain. Mau ganti oli di bengkel pinggir jalan saya rasa sudah terlambat. Tanjakan demi tanjakan arah Dieng di tempuh dengan sedikit memaksa. Sungguh… Busi lemah, BBM kotor, Oli tidak cocok dan suhu sangat lembab tidak akan pernah menjadi kombinasi yang ideal.

Alhamdulillah sampai dieng dengan lancar

Sampai dieng dan mengistirahatkan mesin beberapa saat dan mulai wisata alhamdulillah lancar. Baru setelah pulang dengan kondisi jalan yang menurun mesin sedikit bisa beristirahat dan mulai kembali normal meskipun suara knalpot nembak-nembak seperti diesel. Sampai di kalianget Wonosobo saya kembali mengisi BBM yang sudah di Red Zone untung lah filing saya benar dengan mengisi full dengan Pertamax. Sebetulnya mau isi premium dan ikut mengantri dengan kang Eko Prant tapi karena antrian panjang dan berharap dengan isi pertamax mesin semakin fresh. Berharap dengan Pertamax letupan api nya lebih besar dan menutupi lemahnya kinerja busi saya. Hingga sampai di rumah makan ke dua untuk makan malam sepertinya mesin MX saya belum sepenuhnya fresh dan enak di ajak High RPM.

Rumah makan Mie Ongklok Wonosobo

Setelah sholat mahrib dan hendak melanjutkan perjalanan, kang Nugroho (hoho) sempat nyeletuk “wah knalpot bobokannya mantab” dalam hati saya menangis perih dan berbisik “enak gimana to mas broo… ki lho susah payah ngimbangi supra fit e kang eko”.

Wonosobo-Temanggung barulah ada sedikit perubahan dimana saya dan kang Hoho sering tertinggal dengan rombonan utama karena jalur padat dan sempit, disaat kang Khoirul (RC1) over take saya dan kang hoho (RC2) tidak dapat ikut over take dan harus menunggu beberapa saat dan begitu kang hoho over take dan membukakan jalan baru saya bisa ikut over take. Barulah kami berdua menyusul rombongan depan. Ini yang saya tunggu dari tadi pagi, kang hoho sedikit buas saat menyusul rombongan depan. Kesempatan ini saya manfaatkan dengan memaksa sedikit di High RPM selama beberapa saat barulah lepas Temanggung mesin Siph benar-benar lebih enak dari saat berangkat tadi Problem busi lemah tertutupi oleh okatan tinggi pertamax. Oli sudah benar-benar bekerja dengan semestinya mungkin sudah mulai encer dan Mesin MX saya sudah bisa beradaptasi. Di jalur Jambu kang hoho dan saya sempat tertinggal lumayan jauh dan ini kesempatan lagi. Riding di belakang memang lebih mengasyikan, sesekali saya sedikit melambat dan ngejar dengan High RPM supaya mesin plong kembali. Hingga memasuki pringsurat saya sesekali meluapkan hasrat saya untuk menikmati tikungan-tikungan dengan buka tutup yang menurut saya dinamis. Setelah itu saya optimis sisa BBM saya bisa cukup sampai rumah walaupun saya mainkan trothle.

So.. Kesimpulan tentang Oli Repsol 4T Moto Rider di NMJX 2011 saya jika saya beri nilai dari skala 5, Nilai nya 3,5. Dimana sanggup menyerap panas dengan lebih baik dari Enduro dengan tidak berputarnya kipas radiator selama perjalanan yang terus menanjak, namun akselerasi lebih berat dari Enduro Racing. Tapi dari sisi pelumasan Enduro lebih baik karena walaupun suhu mesin panas oli tetap bekerja dengan baik, Repsol sesekali saya temui miss gear saat mencoba shift gear di RPM menengah (6000-7000 rpm). Sepertinya repsol 4t moto rider cocok dengan MX sya setelah beberapa ratus kilometer, di saat suah mulai sedikit encer. Namun tidak menjamin akan terjadi slip kopling saat terkena panas terus menerus. Oli Repsol 4T Moto Rider cocok buat mx saya jika digunakan diperkotaan yang jalannya relatif datar.

Salam….