AromaRPM- Berita tentang Top Speed CB150R yang bisa melaju 148 km/h dan R15 yang bisa 144 km/h membuat saya sedikit heran, masih saja ada yang melakukan di jalan raya walau sudah banyak korban. Contohnya yang belum lama ini R15 baru beberapa hari remek (blog kang Aripitstop) gara-gara mau tes top speed.

Ok.. bukan perihal berapa selisih top speed nya, melainkan dimana melakukan tes nya. Dari dua pegetesan di atas ada satu korelasi “CB150 Kecepatan tertinggi di dapat di jalan Solo-Semarang (blog kang iwan)” dan “R15 : motor di tes top speed di trek kurang lebih sepanjang 2km jalan semarang-solo namun tak tahu tepatnya daerah mana ? mungkin jalan di boyolali-solo atau di jalan antara salatiga -rawa pening(blog kang aripitstop)” Solo-Semarang mas bro… Pertama kemungkinan menurut saya (dengan memikirkan keadaan: keselamatan, kepadatan lalu lintas) itu bisa saja di daerah Salatiga tepatnya Ring Road Salatiga mengingat antara salatiga-semarang nyaris tidak ada jalan yang mendukung. Atau bisa di Boyolali?

Ya jika di Boyolali, menurut saya memang ada 2 opsi jika ingin melakukan tes top speed. Pertama di Ruas jalan Boyolali Kota – Pertigaan Pengging. Jalan lurus yang mencapai 7.1 Km sangat menggoda “Tante” untuk menarik trothle hingga nafas terakhir.

Boyolali 1 : 7.1Km
Boyolali 1 : 7.1Km

Jalan yang lurus dan sedikit menurun beberapa derajat pastilah top speed mudah di raih tapi jika memang disini saya ragu akan keakuratannya. Kedua ada di Ruas Banyudono (depan RS) sampai pertigaan Bangak sepajang 2.7 km. 1,5 km Terhenti lampu merah dan setelah itu bisa tancap gas lagi.

Boyolali 2 : 2.7 km
Boyolali 2 : 2.7 km

Untuk yang ini selain lebih aman (lalu lintas cenderung sepi) karena hampir tidak ada persimpangan jalan maupun gang lokasinya pun ada di tengah persawahan dan keadaan jalannya pun tergolong nyaris datar.

Boyolali 2 : 2.7 km

Kalo di Boyolali kenapa g dijalan Boyolali-Salatiga?? jika memang di jalan itu saya anggap orang stress bin gila mas bro, karena di ruas jalan itu sangat tidak layak dari sisi keamanan selain tidak adanya Median Cor di tengah jalan, bus juga saling over take sampai makan jalan di sini. Maka dari itu kebanyakan jika terlibat kecelakaan di ruas ini banyak korban yang meninggal dunia atau luka berat. Menurut saya jika memang mau melakukan Tes Top Speed di jalan raya paling tidak harus hafal kondisi jalan dan situasi jalan terlebih dahulu.

“Mungkin saja dilakukan di kartasura-solo, jalan lurus meskipun lalu lintas padat. beberapa kali saya liat R15 wira-wiri(hitam dan biru) di sini dan sekali liat R15 merah sedang di pacu”

Last : Artikel ini murni analisa/logika saya saja (jika memang Tes Top Speed Di Boyolali, itu tempat yang memungkinkan) BUKAN SARAN!!! Saya sebagai Warga Asli Boyolali Menghimbau JANGAN PERNAH Tes Top Speed di Ruas jalan Boyolali. Tau kah anda?? Warga Boyolali menyebut ruas jalan itu sebagai “Jalur Setan” sangking banyaknya korban yang berjatuhan. Saya sendiri pernah merasakan sebara ganas aspal Jalan itu.. dan sangking seremnya saya orang ke 7 dari 9 orang yang terlibat kecelakaan di titik itu..

Jaket Robek Sampai dalam
Siph umur 3 bulan

Dan sejak itu saya sangat menyesal.. dan sepenuh hati tidak ingin mengulangi kegilaan itu di jalan raya. BERHENTI UPLOAD TES TOP SPEED DI JALAN RAYA!