Setelah sebelumnya menerobos malam Sukoharjo-Pekalongan, sekarang giliran duel gila antara NJMX dengan Hino RK8 260 dari Alas roban Hingga memasuki Kota Pekalongan. Sebenarnya artikel ini bukan tentang adu Performa atau komparasi2 yang bikin huuuhh dan paling penting bukan adu KECEPATAN tapi memang hanya sebatas teman dalam perjalanan malam saja. Karena memang kondisi malam itu lebih baik riding dengan kendaraan lain dari pada sendirian. Selain gelapnya malam yang di sertai hujan rintik-rintik juga sepinya lalu lintas menjadi pertimbangan untuk tidak riding sendirian.

Sebelumnya ini spesifikasi Hino RK8 260

PRODUK

Hino Model   R 260

PRODUKSI

Kode Produksi RK8JSKA-NHJ

PERFORMANCE

Kecepatan Maksimum(km/jam) 116 km/jam
Daya Tanjak (tan Ø) 38

MESIN

Model J08E-UF
Tipe Diesel 4 Stroke; In-Line
Tenaga Maks (PS/rpm) 260 / 2500
Momen Putir Maks. (Kgm/rpm) 76 / 1500
Jumlah Silinder 6 buah
Diameter x Langkah Piston (mm) 112 x 130
Isi Silinder 7684 cc

KOPLING

Tipe Single Dry Plate, with Coil Spring
Diameter 380 mm

TRANSMISI

Tipe 6 speeds
Perbanding Gigi ke-1 8.189
ke-2 5.34
ke-3 3.076
ke-4 1.936
ke-5 1.341
ke-6 1
mundur 7.142

KEMUDI

Tipe Integral Power Steering
Radius Putar Min. (m) 9.2

SUMBU

Depan Reverse Elliot, I-Section Beam
Belakang Full floating type with hypoid gear
Perbandingan gigi akhir STD = 4.300
Sistem Penggerak Rear 4×2

REM

Rem Utama Full Air,with Two Circuit
Rem Pelambat With On Exhaust Pipe
Rem Parkirr Spring Brake

RODA & BAN

Ukuran Rim 20×7.00T-162
Ukuran Ban 10.00-20-14PR
Jumlah Ban 6

SISTIM LISTRIK

Accu 12V-120Ah x2

TANGKI SOLAR

Kapasitas (L) 270

DIMENSI (mm)

Jarak Sumbu Roda 6000
Total Panjang 11270
Total Lebar 2440
Total Tinggi 1865
Lebar Jejak Depan FR Tr 2040
Lebar jejak Belakang RR Tr 1840
Julur Depan FPH 2200
Julur Belakang ROH 3070

SUSPENSI

Depan & Belakang Rigid Axle with Semi Elliptic Leaf Spring

BERAT CHASSIS (kg)

Depan 1270(calculation)
Belakang 3780(calculation)
Berat Kosong 5050(calculation)
GVWR 14200

dan wujud keseluruhannya seperti di bawah ini :

Bus P.O Nusantara bermesin Hino RK8 260 ini berbody Jetbus HD karoseri AP<Adi Putro> yang ane temui di tanjakan Plelen sama persis gambar di atas.

Dan yang jadi rival nya NJMX 2011 full Standar :

NJMX 2011
NJMX 2011

Dalam hal tenaga yang di hasilkan sungguh jauh berbeda 12 PS melawan 260 PS. Namun di hal top speed tidak jauh berbeda sama-sama berkisar di 115 km/jam.

Bus yang ane temui di tanjakan Plelen ini melaju beriringan dengan bus malam lainnya. Namun saat memasuki banyu putih terlihat bus ini ngeblong sendirian di depan. Saat menyalip ane pun cuma ane liat aja, maklum kalah besar. Namun begitu masuk daerah sebelah barat Banyu Putih tepatnya di tanjakan ada sedikit kemacetan gara2 truk pada ngongso<berusaha> nanjak dengan kekuatan penuh, giliran ane yang mendahuluinya dan tak lupa klakson-klakson simbol minta jalan pada penguasanya.. Namun setelah ane ngeblong di depan giliran bulu kuduk merinding, di depan gelap gulita dan tidak ada teman perjalanan, mulai berpikir ulang untuk ngeblong di depan lagi. Mendingan cari teman.

Selang beberapa saat setelah isi BBM sambil isirahat sejenak, terlihat Bus tersebut melintas sendirian, ane pun bergegas melanjutkan perjalanan dan berinisiatif untuk melaju beriringan dengan bus tersebut di samping dia melaju cepat sekitar 90-100 km/jam lampu depannya juga terang benderang oeyyy.. numpang njaluk padang.

Atur jarak aman sekitar 10-15 m di belakang sisi kirinya. Yang penting tetep terlihat melalui kaca spion bus dan berusaha tidak masuk di area blind spot bus tersebut. Sampai melewati subah-tulis sepertiya bus juga merespon ane dengan sesekali memperlambat lajunya<padahal di depan kosong blong> setelah ane mendekat dari belakang bus tancap gas lagi. Dan sesekali ane pun overtake dari sisi kiri bus tersebut<bus selalu di lajur kanan>:twisted:. Dan puncak yang bikin detak jantung makin bertambah cepat dan adrenalin terpompa di sekitar jembatan beji sebelum dan sesudahnya ada beberapa tikungan yang yahuut buat mereng2. Dalam hati ya sedikit2 agak gemblung, mereng pun di mulai, belok kiri mereng sambil overtake bus <sebenarnya sangat berbahaya, kalo sampai tergelincir bisa masuk ke kolong bus, sadar bahaya sudah telat> berhasil di depan dan belok kanan mereng lagi sambil show off di depan bus hihihihii:lol: moment itu terulang beberapa kali, di karenakan memang jalannya mulai banyak tikungan hingga masuk kota batang.

Namun di tengah kota batang yang jalannya lenceng gantian ane yang kwalahan bin keser-keser ngimbangi laju tu bus. Kondisi malam, walau gas ampe mentog g bakalan bisa ngimbangi itu bus. Yang ada malah bahaya karena cahaya kurang, cahaya bagus karena bisa di samping bus. Tapi kalo sudah berada di belakang yaa mendingan berharap ada kemacetan di depan hehehee…. hingga masuk ke pekalongan ane bisa di depan karena bus menurunkan penumpang.

Selang beberapa saat ane memperlambat laju karena memang dah dekat sambil melonggarkan otot yang dah kaku. Nusantara itu pun menyalip ane dengan perlahan sambil kernetnya ngeluarin kepala dari jendela seraya berkata sambil tersenyum “ayo tancap meneh…yen wani dalan lurus” translate “ayo tancap lagi, kalo berani jalan lurus” ane pun cuma menjawab dengan klakson dan acungan jempol saja.

Dan ane pun melanjutkan perjalanan dengan kecepatan rendah, hingga sampai di rumah dengan selamat…amieen…

Spesial Thx to : P.O Nusantara

Salam woyoo-woyoo..

//