Pengalaman menerobos malam Sukoharjo-Pekalongan 224 km PART 1

“jam 00.00 tepat melintas di alas roban dan menanjak bukit plelen.. dan tak kusangka dan tak kunyana jauh dari perkiraan ku.. semua penghuninya pada keluar……”

Melanjutkan cerita menerobos malam di jalan sukoharjo-pekalongan.. Setelah sampai di alas roban sekitar jam 00.00 wib.. Yang semula ane target melewati plelen sekitar jam 22.00 wib meleset jauh di karenakan memang cuaca lagi tak bersahabat. Sebelumnya dah ane perkirakan alas roban ke barat bakalan sepi nyenyep dan gelap gulita. Ternyata kembali meleset<baru riding malam lewat pantura 2 kali, belum tau kondisi pantura> mahkluk2 penguasa alas roban pada keluar semua, Bus, Truk, Trailer dsb semua berjalan beriringan. Ane pun menepi sebentar dan membeli minuman sembari menunggu kemacetan yang di sebabkan banyak truk yang keluar dari lokasi parkir dan mau melanjutkan perjalanan. Iseng ane tanya kepada salah satu juru parkirnya,,kok jam segini baru pada berangkat pak?? di jawab bapak tersebut “sebagian truk datang siang tadi mas, istirahat, tidur dan mulai jalan lagi pas jam segini, katane lebih enak soale jalanan g rame dan g semrawut” ane pun cuma bisa mengangguk saja..

Plelen waktu sian hari
Plelen waktu sian hari

Selang 5 menitan jalanan dah nampak lumayan lancar ane kembali memacu si siph naik ke bukit plelen bersama-sama bus dan sempat ane hitung ada 7 bus berjalan berurutan salah satunya “NUSANTARA” <yang kemudian menjadi rekan duel alas roban-batang barat>. Ketika naik plelen pun tak merasa kesepian, deretan bus menemani bak bodyguard yang menjaga di depan dan di belakang yang sesekali meneriakkan klason yang sukses bikin kaget. Sempat di suguhi pula wanita malam alas roban yang sedang riding menggunakan suzuki smash berdua dengan boncenger nya kebetulan memakali rok minimmmmm dan berakhir memasuki salah satu penginapan di kawasan plelen hayooo arep nopo kwiiiii kikuk kikuk.<penyejuk rohani mata dan obat ngantuk hihihihi>:lol: . ihiiirrrr,,,,,

Setelah melalui bukit plelen, inilah “alas roban” yang sebenarnya. Alas roban yang terkenal angker dan dan liak-liuk mahkluk malamnya, ancaman bukan dari alas roban rute plelen, bukan rute lama bukan juga rute baru khusus truk dan bus tapi.. disinilah tantangan terbesarnya plelen-batang. Di saat kita dengan keterbatasan pencahayaan dan di sertai hujan cuma bisa bertengger di kecepatan 60 km/jam terjepit diantara sang raja pantura yang menginjak gas dengan penuh nafsu memaksa ane harus extra hati-hati dan waspada. Sadar diri aja, kendaraan kecil di antara monster rimba.

Jam 00.30 sampai di sekitar antara banyu putih dan menjelang subah.. pandom bensin ternyata dah di red zone,, mulai berpikir ulang untuk nguntir gas, pelan supaya irit dan sampai di pom bensin terdekat. Alahamdulillah tidak ada 20 menit dan bbm pun belum mentog sudah nemu SPBU. Full Tank pak tapi premium aja.. hihihi..   :oops:

Dan yang paling membahagiakan teryata subah tidak hujan, istirahat, makan snack dan minum tak lupa ganti kaos tangan yang sedari tadi dah basah<memang sudah ane persiapkan bawa 2 buah kaos tangan> jam 01.05. Siap tempur kembali, jalan juga dah relatif sepi gerombolan bus dan truk dah melaju di depan, pencahayaan PJR juga lumayan.. saat nya SHOW TIMEEE…. si siph pun lebih stabil tidak seperti 2 bulan kemaren saat lewat rute ini dengan kondisi shock belakang bochoooor-bochooooor…

Jam 02.15 setelah berjibaku dengan pekatnya malam dan sempat adu performa dengan bus NUSANTARA yang di temui di plelen akhirnya sampai juga di rumah mertua di Gumawang Pekalongan. Mandi air hangat dan tiduurr….

maaf jika ceritanya sedikit curhat… hihihiii…:lol:

Saran : Bagi mas bro yang sering lewat di rute pantura, tetep hati2 terhadap truk dan bus, truk biasanya jalan bergerombol dan rata2 jalan pelan tapi bus sering berkejaran dalam kecepatan tinggi. Merekalah raja di daerah itu..

Salaammm…

//